HUBUNGAN KEPERDATAAN AYAH DAN ANAK BIOLOGISNYA

(STUDI KOMPARASI UU PERKAWINAN ASIA TENGGARA DAN TIMUR TENGAH)

Authors

  • Idris UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Muhammad Isa UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Abstract

Salah satu dari tujuan disyari’atkannya perkawinan adalah memelihara keturunan sehingga akhirnya menjadikan regenerasi manusia yang lebih baik pada zaman mendatang, Berkaitan dengan pembahasan anak dalam perkawinan, dalam Islam seseorang dapat disebut sebagai anak dari kedua orangtuanya jika perkawinannya dilaksanakan melalui akad yang sah. Anak yang lahir diluar perkawinan yang sah ini disebut walad az-zina (anak hasil perzinaan). Tujuan penelitian berkaitan perihal hubungan keperdataan ayah dan anak biologisnya mengacu kepada Undang-Undang Perkawinan di Negara Asia Tenggar dan Timur Tengah. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumen (Documentation). Di Indonesia sebelum diputuskannya Putusan Mahkamah Konstitusi No.46/PUU- VIII/2010 pada tahun 2012, hubungan keperdataan ayah dan anak biologisnya ini dalam perkawinan yang tidak sah secara hukum negara masih belum ada kepastian hukum dari. Akan tetapi setelah putusan itu resmi diumumkan akhirnya berubah menjadi dapat mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya serta dengan laki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau alat buktilain menurut hukum mempunyai hubungan darah, termasuk hubungan perdata dengan keluarga ayahnya. Sedangkan di Malaysia hukum yang berlaku didominasi dengan hukum Islam sehingga baik dicatatkan atau tidak selama pernikahan tersebut sah secara syara’ maka ayah tetap mempunyai hubungan keperdataan dengan anak biologisnya. Adapun hubungan keperdataan ayah dan anak biologisnya dalam hukum yang berkembang di Negara-negara Timur Tengah umumnya tidak menjadi permasalahan yang berarti. Hal ini dikarenakan meskipun penyebab adanya hubungan keperdataan itu adalah pencatatan perkawinan, akan tetapi tidak dicatatkannya pun tidak menyebabkan tidak sah suatu perkawinan

Published

2023-12-28

Issue

Section

Articles