RESISTENSI KONSEP LEBENSRAUM AMERIKA NEO-NAZI TERHADAP HEGEMONI POLITIK GLOBAL PASCA PERANG DINGIN

Authors

  • Muhammad Syauki Almalik UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Abstract

Aliansi paling sering dipandang sebagai tanggapan terhadap ancaman, namun ada ketidaksepakatan yang tajam mengenai apa yang akan diterima oleh tanggapan itu. Saat memasuki aliansi, negara dapat menyeimbangkan (bersekutu dalam oposisi terhadap sumber utama bahaya) atau ikut-ikutan (bersekutu dengan negara yang menimbulkan ancaman utama). Pikiran pokok diatas adalah bentuk awal dari konsep Lebensraum suatu Negara. Metode penelitian studi pustaka merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada Studi Deskriptif yang menekankan pentingnya nilai deskripsi suatu keilmuan. Pendekatan Penelitian ini menggunakan pendekatan Teori Realisme dan Balance of Power dalam hubungan internasional menempatkan konsep power sebagai pusat dari semua perilaku negara-bangsa. Sumber penelitian ini menggunakan sumber literatur primer dan sekunder. Sumber utama literatur adalah literature pokok yaitu buku Origins of Alliance karya Stephen Walt, dokumen pemerintah, dan artikel ilmiah. Hasil Penelitian menunjukan geopolitik Lebensraum dapat terbentuk ketika suatu Negara secara masif membangun aliansi antar Negara dengan maksud memperluas kekuasaan dan kekuatan dalam hegemoni Internasional. Perbatasan memiliki peran penting karena menentukan bentuk Negara dan membatasi kegiatan manusia termasuk ekonomi, politik, sosial dan budaya. Upaya hegemoni tentu saja menghadirkan hegemoni lainnya yaitu bentuk perlawanan atas kekuasaan seperti Amerika dan Nato mendapatkan persaingan di organisasi Negara yang dibentuk oleh Negara-negara besar. Saran penulis harus ada perjanjian internasional yang disepakati bersama agar Negara-negara ini tidak saling melakukan penyerangan.

Published

2023-12-20

Issue

Section

Articles